Lewati ke konten

Template undangan adat Jawa

Untuk pernikahan dengan tata cara Jawa, dari akad dan panggih sampai resepsi, dalam nuansa sogan, batik, dan gunungan. Semua template memuat fitur yang sama: nama tamu di sampul, sesi acara dengan petunjuk arah, galeri, RSVP dan ucapan tanpa login, serta musik latar. Pratinjau dan buat draft gratis, bayar saat undangan siap dikirim.

31 template Adat Jawa

  • nomor 21

    Tumpang Sari

    Tamu melangkah ke dalam joglo dan menengadah: langit-langit tumpang sari di sampul, lalu pendopo, pringgitan, dan dalem sebagai urutan halaman. Tetap utuh tanpa foto.

  • nomor 23

    Sindur

    Undangan yang berjalan seperti panggih: kain sindur merah bertepi putih menyatukan kedua nama di sampul, lalu mempelai, orang tua di atas truntum, langkah acara, dan cerita sebagai lampah. Tetap utuh tanpa foto.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sindur (tab baru)
  • nomor 24

    Kelir

    Semalam wayang kulit: kelir menyala di bawah blencong, kayon berayun membuka lakon, dan kisah Anda diputar lebih dulu, adegan demi adegan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kelir (tab baru)
  • nomor 30

    Siraman

    Undangan adat Jawa yang mengalir seperti air siraman: kendi menuang air ke bokor berisi sekar setaman, foto di atas air, acara sebagai batu pijakan di sepanjang aliran, dan hari pasaran di tanggal acara.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Siraman (tab baru)
  • nomor 38

    Batik Pesisir

    Undangan sebagai selembar kain batik pesisir Lasem dan Pekalongan: kepala bertumpal dengan burung hong, buketan yang mekar, kupu-kupu dan latohan yang hidup saat digulir. Utuh tanpa foto.

  • nomor 49

    Pasar Gede

    Pagi di pasar Solo: papan nama toko bertuliskan nama Anda di bawah tenda bergaris, kembang telon, lalu lapak demi lapak: jam buka di papan kapur, daftar belanja kisah Anda, dan foto di atas tampah.

  • nomor 53

    Midodareni

    Malam sebelum pernikahan Jawa, hangat dan akrab: biru malam yang diterangi pelita, pasangan di jendela berkelambu yang tersibak, untaian melati, kembar mayang, kisah di bawah cahaya lampu, dan halaman yang berakhir saat fajar.

  • nomor 54

    Keroncong

    Pernikahan Jawa dengan nuansa keroncong dan langgam tahun 50-an: foto seperti cetakan lama di atas piringan hitam berlabel nama mempelai, halaman buku lagu dengan akor, acara di jarum radio, dan album foto lama.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Keroncong (tab baru)
  • nomor 56

    Angkringan

    Pernikahan Jawa yang santai: semalam di angkringan Jogja, nama di bawah cahaya lampu teplok, mempelai sebagai dua bungkus nasi kucing, acara di papan menu kapur, dan kopi joss sebagai penutup.

  • nomor 57

    Kebun Teh

    Pagi di kebun teh lereng Lawu: foto Anda dalam sehelai daun teh, pucuk dua daun sebagai lambang dua mempelai, jadwal di atas peti teh, kisah baris demi baris, dan segelas teh tubruk di penutup.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kebun Teh (tab baru)
  • nomor 66

    Kasongan

    Pernikahan Jawa dari kampung gerabah Kasongan: bejana yang naik di atas roda putar, setiap bagian dibuka dengan bejana yang dibentuk, cerita seperti gerabah yang dijemur di rak, acara dari roda ke tungku, dan cahaya tungku sebagai penutup.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kasongan (tab baru)
  • nomor 70

    Kotagede Perak

    Pernikahan Jawa dengan kilau perak filigri: medali kawat perak yang dirangkai helai demi helai di bawah lampu meja kerja, kuncup filigri di setiap bagian, cerita di sepanjang seutas kawat, dan acara sebagai karya bernomor.

  • nomor 73

    Payung

    Pernikahan Jawa di bawah payung kertas lukis Juwiring: kanopi warna-warni yang mekar dari kuncup, payung kecil yang terbuka di setiap bagian, cerita yang terbuka satu per satu, dan setiap acara di bawah payungnya sendiri.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Payung (tab baru)
  • nomor 80

    Kota Lama

    Pernikahan Jawa di kota lama zaman kolonial: foto Anda di jendela tinggi yang daun jendelanya terbuka, lampu jalan yang menyala saat senja, papan nama email di setiap bagian, cerita sebagai rute trem, dan setiap acara sebagai etalase toko.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kota Lama (tab baru)
  • nomor 86

    Wayang Beber

    Pernikahan Jawa sebagai gulungan wayang beber: setiap bagian adalah adegan lukisan yang dibuka di antara dua gulungan kayu, dengan dua tokoh bergaya Panji saling berhadapan.

  • nomor 88

    Lasem

    Pernikahan di rumah tua berdinding tinggi di kota batik Lasem: gerbang kayu hijau di tembok merah yang terbuka ke halaman, setiap bagian sebuah ruangan, dan kain batik bang-bangan merah dan nila yang diturunkan dari jemuran satu per satu.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Lasem (tab baru)
  • nomor 90

    Ronce Melati

    Pernikahan Jawa yang dironce seperti untaian melati: tirai melati di sampul, satu benang yang turun sepanjang undangan, setiap bagian satu kuntum yang dironce, dan foto yang digantung pada benangnya. Ayat pilihan bila diinginkan.

  • nomor 91

    Tumpeng

    Pernikahan Jawa yang meriah: meja pesta dilihat dari atas, tumpeng nasi kuning di atas tampah berlapis daun pisang, nama Anda di label daun, dan setiap bagian adalah hidangan baru yang disajikan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Tumpeng (tab baru)
  • nomor 97

    Paduraksa

    Gapura paduraksa bata merah menjadi bingkai setiap foto: pasangan tampak melalui lorong gerbang beratap bertingkat, lalu pelataran demi pelataran di balik ambang gerbang bersusun yang makin dalam. Nama dalam serif lembut di atas batu krem, kisah sebagai lorong gerbang berselang-seling, hitung mundur pada ambang bata, galeri sebagai dinding gerbang.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Paduraksa (tab baru)
  • nomor 100

    Prada

    Pernikahan Jawa bernuansa sogan hitam dan prada emas: stensil motif batik berlapis emas menyelimuti setiap foto lalu terangkat saat halaman digulir. Foto sampul tergantung di tepi dengan nama menembus sudutnya, acara sebagai kartu bersepuh, kisah sebagai lembar bernomor di seutas benang emas, galeri sebagai mozaik gelap.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Prada (tab baru)
  • nomor 98

    Kelambu

    Tirai kelambu tipis warna gading membuka setiap foto: sampul dengan nama di balik kain, jendela foto untuk kisah, hari baik, dan galeri yang tersibak saat digulir, lalu tirai menutup kembali di akhir. Mempelai dalam kanopi tinggi, serif Gilda Display dan sans Albert Sans, emas tua, banyak ruang kosong.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kelambu (tab baru)
  • nomor 101

    Warta

    Undangan sebagai laporan utama sebuah majalah: sampul dengan masthead, satu potret penuh dan baris sampul; catatan redaksi dengan drop cap dan daftar isi; profil mempelai; agenda dengan angka tanggal besar dan ticker hitung mundur merah; kisah berbab; galeri sebagai esai foto dengan potongan beragam. Putih kertas, hitam, satu merah tua; Bodoni Moda dan Libre Franklin.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Warta (tab baru)
  • nomor 99

    Sigaran

    Diptik foto: dua foto berdampingan yang bertemu di satu garis tengah, sisi dia dan sisi dia. Sampul dua belahan yang mengunci di garis, nama bertemu di tanda "dan", mempelai sebagai diptik sejati, kisah berundak di garis tengah, acara sebagai dua panel bercermin, galeri berpasangan. Linen, tinta hangat, nila tua.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sigaran (tab baru)
  • nomor 102

    Ijab

    Putih dan tenang, akad di depan: satu foto mempelai berhijab dengan ronce melati tergantung di dinding putih, "Akad Nikah" di tepi sampul, nama dalam serif besar. Akad dan mahar memimpin halaman, mempelai satu layar seorang, kisah sebagai surat-surat pendek, galeri satu foto demi satu foto dengan keterangan kecil. Putih, hijau sage, tinta.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Ijab (tab baru)
  • nomor 103

    Teja

    Undangan yang diputar seperti film yang tenang: bingkai lebar yang terbuka dari celah sinemaskop, cahaya senja yang perlahan menjadi biru malam, nama dalam huruf judul film, mempelai sebagai pemeran, kisah sebagai adegan bernomor, acara sebagai babak dengan hitung mundur ala pita film, galeri sebagai gulungan cuplikan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Teja (tab baru)
  • nomor 104

    Sogan

    Album studio foto Jawa tempo dulu: setiap foto bernada sogan seperti cetakan perak lama, ditempel pada karton gading berbingkai timbul di atas halaman cokelat tua. Sampul satu kartu kabinet besar dengan nama tercetak di bawah foto, mempelai sepasang carte de visite oval, kisah sebagai lembar album dengan keterangan tulisan tangan, acara sebagai pengumuman studio, galeri sebagai dinding bingkai aneka bentuk.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sogan (tab baru)
  • nomor 106

    Klise

    Satu rol film 35 mm dari hari pernikahan Anda: latar hitam hangat, kertas foto krem, cetakan tepi jingga, butiran film dan bocoran cahaya di setiap foto. Sampul satu bingkai besar di antara lubang film, mempelai sebagai dua cetakan besar, acara sebagai amplop cuci cetak, kisah sebagai satu pita film yang berjalan, galeri sebagai lembar kontak bertanda pensil merah lalu cetakan pilihan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Klise (tab baru)
  • nomor 105

    Benggala

    Undangan foto bernuansa kabut pagi, perak dan hijau keabuan: satu foto tetap di belakang halaman seperti bayangan di kaca benggala, dan isi undangan meluncur di atasnya pada panel kaca buram dengan bingkai garis perak. Di antara bagian, kabut tersibak dan foto tampil utuh. Galeri sebagai dinding cermin bersudut.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Benggala (tab baru)
  • nomor 112

    Sogan Panggih

    Selembar kain batik tulis sogan: kisi sido mukti di latar krem, pinggiran sido asih di setiap pergantian bagian, dan setiap foto dibingkai kayu jati dengan sudut ukir Jepara berlapis prada. Acara adat dari siraman sampai panggih tersusun rapi dalam satu kartu.