Lewati ke konten

Template undangan adat

Undangan untuk keluarga yang ingin tradisinya tampil di layar: ornamen, salam pembuka, dan susunan upacara yang akrab bagi tamu. Semua template memuat fitur yang sama: nama tamu di sampul, sesi acara dengan petunjuk arah, galeri, RSVP dan ucapan tanpa login, serta musik latar. Pratinjau dan buat draft gratis, bayar saat undangan siap dikirim.

60 template Adat

  • nomor 15

    Penjor Janur

    Penjor janur melengkung di sampul dan bergoyang saat digulir. Acara tersusun mengikuti urutan hari upacara, foto mempelai dalam bingkai anyaman janur.

  • nomor 16

    Angkul-Angkul

    Tamu masuk lewat angkul-angkul, gerbang rumah keluarga dari bata dan paras: pintu kayu berukir terbuka ke natah. Keluarga lebih dulu, lalu mempelai dan acara di undakan batu.

  • nomor 17

    Ukir Paras

    Dinding batu paras berukir patra punggel: nama terpahat di ambang batu, setiap bagian sebuah panel relief yang disapu cahaya, dan foto berubah dari hitam putih ke warna saat terlihat.

  • nomor 18

    Canang Pagi

    Meja pagi dilihat dari atas: canang, bunga cempaka dan gumitir, nama tersusun dari kelopak. Setiap bagian acara diletakkan di meja seperti kartu dan foto cetak.

  • nomor 21

    Tumpang Sari

    Tamu melangkah ke dalam joglo dan menengadah: langit-langit tumpang sari di sampul, lalu pendopo, pringgitan, dan dalem sebagai urutan halaman. Tetap utuh tanpa foto.

  • nomor 22

    Subak Pagi

    Bali di pagi hari: sampul terbelah dengan foto di atas dan nama di papan kayu, sawah berundak di setiap bagian. Acara lebih dulu, galeri sebagai penutup yang bisa digeser.

  • nomor 23

    Sindur

    Undangan yang berjalan seperti panggih: kain sindur merah bertepi putih menyatukan kedua nama di sampul, lalu mempelai, orang tua di atas truntum, langkah acara, dan cerita sebagai lampah. Tetap utuh tanpa foto.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sindur (tab baru)
  • nomor 24

    Kelir

    Semalam wayang kulit: kelir menyala di bawah blencong, kayon berayun membuka lakon, dan kisah Anda diputar lebih dulu, adegan demi adegan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kelir (tab baru)
  • nomor 26

    Bali Malam

    Malam yang anggun: gerbang berukir dalam gelap, kartu foto berbingkai emas di ambang pintu, nama dalam aksara tegak bersambung. Acara di atas kaca buram, galeri yang bisa dibuka layar penuh.

  • nomor 30

    Siraman

    Undangan adat Jawa yang mengalir seperti air siraman: kendi menuang air ke bokor berisi sekar setaman, foto di atas air, acara sebagai batu pijakan di sepanjang aliran, dan hari pasaran di tanggal acara.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Siraman (tab baru)
  • nomor 34

    Legong Senja

    Undangan sebagai pertunjukan tari di waktu senja: penari legong digambar dengan satu garis, setiap bagian dibuka dengan satu gerak tari, dan kipasnya membuka lalu menutup. Utuh tanpa foto.

  • nomor 35

    Palang Pintu

    Pernikahan Betawi yang dibuka dengan palang pintu: rumah kebaya bergigi balang, kembang kelapa di kiri kanan pintu, pantun berbalas antara rombongan dan tuan rumah, lalu palang diangkat saat undangan dibuka.

  • nomor 38

    Batik Pesisir

    Undangan sebagai selembar kain batik pesisir Lasem dan Pekalongan: kepala bertumpal dengan burung hong, buketan yang mekar, kupu-kupu dan latohan yang hidup saat digulir. Utuh tanpa foto.

  • nomor 42

    Aesan Gede

    Undangan berbalut songket Palembang: mahkota kesuhuun Aesan Gede di atas merah tua bertabur bintang emas, panel berbingkai benang emas dan bunga tanjung yang ditabur saat digulir. Utuh tanpa foto.

  • nomor 47

    Jepun

    Taman jepun di malam hari: kelopak putih dan merah muda bermekaran di atas ungu tua, dari kuncup hingga mekar mengikuti kisah Anda, dan karangan bunga gugur di akhir. Utuh tanpa foto.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Jepun (tab baru)
  • nomor 49

    Pasar Gede

    Pagi di pasar Solo: papan nama toko bertuliskan nama Anda di bawah tenda bergaris, kembang telon, lalu lapak demi lapak: jam buka di papan kapur, daftar belanja kisah Anda, dan foto di atas tampah.

  • nomor 53

    Midodareni

    Malam sebelum pernikahan Jawa, hangat dan akrab: biru malam yang diterangi pelita, pasangan di jendela berkelambu yang tersibak, untaian melati, kembar mayang, kisah di bawah cahaya lampu, dan halaman yang berakhir saat fajar.

  • nomor 54

    Keroncong

    Pernikahan Jawa dengan nuansa keroncong dan langgam tahun 50-an: foto seperti cetakan lama di atas piringan hitam berlabel nama mempelai, halaman buku lagu dengan akor, acara di jarum radio, dan album foto lama.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Keroncong (tab baru)
  • nomor 56

    Angkringan

    Pernikahan Jawa yang santai: semalam di angkringan Jogja, nama di bawah cahaya lampu teplok, mempelai sebagai dua bungkus nasi kucing, acara di papan menu kapur, dan kopi joss sebagai penutup.

  • nomor 57

    Kebun Teh

    Pagi di kebun teh lereng Lawu: foto Anda dalam sehelai daun teh, pucuk dua daun sebagai lambang dua mempelai, jadwal di atas peti teh, kisah baris demi baris, dan segelas teh tubruk di penutup.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kebun Teh (tab baru)
  • nomor 63

    Tapis

    Pernikahan Lampung di atas emas siger: pita kain tapis bersulam benang emas melintang di halaman, siger yang mekar dari tengah, kapal yang berlayar membawa kisah, dan nuwo sesat di atas susunan acara. Utuh tanpa foto.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Tapis (tab baru)
  • nomor 65

    Kebaya Bali

    Pernikahan Bali sebagai lookbook busana pengantin: ilustrasi kebaya brokat, kamen, dan selendang, potongan kain brokat dan songket sebagai pembatas, cermin ruang pas untuk kedua mempelai, dan kisah Anda sebagai indeks tampilan. Utuh tanpa foto.

  • nomor 66

    Kasongan

    Pernikahan Jawa dari kampung gerabah Kasongan: bejana yang naik di atas roda putar, setiap bagian dibuka dengan bejana yang dibentuk, cerita seperti gerabah yang dijemur di rak, acara dari roda ke tungku, dan cahaya tungku sebagai penutup.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kasongan (tab baru)
  • nomor 67

    Songket Bali

    Undangan sebagai selembar songket Bali dari sutra mauve, ditenun di cagcag dengan benang emas dan perak: setiap bagian dibuka dengan pita motif wajik, cemplong, bintang, semanggi, atau patra sari. Utuh tanpa foto.

  • nomor 70

    Kotagede Perak

    Pernikahan Jawa dengan kilau perak filigri: medali kawat perak yang dirangkai helai demi helai di bawah lampu meja kerja, kuncup filigri di setiap bagian, cerita di sepanjang seutas kawat, dan acara sebagai karya bernomor.

  • nomor 73

    Payung

    Pernikahan Jawa di bawah payung kertas lukis Juwiring: kanopi warna-warni yang mekar dari kuncup, payung kecil yang terbuka di setiap bagian, cerita yang terbuka satu per satu, dan setiap acara di bawah payungnya sendiri.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Payung (tab baru)
  • nomor 78

    Sasirangan

    Pernikahan Banjar dalam kain celup sasirangan: foto mempelai di bawah panel celupan hijau tua, pita sasirangan di antara bagian, acara yang mengapung seperti klotok di pasar terapung, dan kisah di sepanjang benang jelujur.

  • nomor 80

    Kota Lama

    Pernikahan Jawa di kota lama zaman kolonial: foto Anda di jendela tinggi yang daun jendelanya terbuka, lampu jalan yang menyala saat senja, papan nama email di setiap bagian, cerita sebagai rute trem, dan setiap acara sebagai etalase toko.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Kota Lama (tab baru)
  • nomor 85

    Nyongkolan

    Arak-arakan pengantin Sasak dari Lombok: gendang beleq di depan, gong di pikulan, pengantin di bawah payung, melewati lumbung, pagar bedek, berugaq, dan sawah menuju rumah mempelai. Ilustrasi utuh tanpa foto.

  • nomor 86

    Wayang Beber

    Pernikahan Jawa sebagai gulungan wayang beber: setiap bagian adalah adegan lukisan yang dibuka di antara dua gulungan kayu, dengan dua tokoh bergaya Panji saling berhadapan.

  • nomor 88

    Lasem

    Pernikahan di rumah tua berdinding tinggi di kota batik Lasem: gerbang kayu hijau di tembok merah yang terbuka ke halaman, setiap bagian sebuah ruangan, dan kain batik bang-bangan merah dan nila yang diturunkan dari jemuran satu per satu.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Lasem (tab baru)
  • nomor 90

    Ronce Melati

    Pernikahan Jawa yang dironce seperti untaian melati: tirai melati di sampul, satu benang yang turun sepanjang undangan, setiap bagian satu kuntum yang dironce, dan foto yang digantung pada benangnya. Ayat pilihan bila diinginkan.

  • nomor 89

    Bambu

    Pernikahan tropis modern di paviliun bambu: lengkung bambu yang diikat di sampul, bingkai bambu untuk setiap acara, kisah Anda di anak tangga bambu, dan foto di bawah lengkung. Utuh tanpa foto mempelai.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Bambu (tab baru)
  • nomor 92

    Sabana

    Padang sabana Sumba di sore hari: bukit keemasan, kuda sandel berlari bebas, atap menara uma mbatangu di kejauhan, dan pita tenun ikat. Rumput bergoyang ditiup angin. Ilustrasi utuh tanpa foto.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sabana (tab baru)
  • nomor 91

    Tumpeng

    Pernikahan Jawa yang meriah: meja pesta dilihat dari atas, tumpeng nasi kuning di atas tampah berlapis daun pisang, nama Anda di label daun, dan setiap bagian adalah hidangan baru yang disajikan.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Tumpeng (tab baru)
  • nomor 95

    Candi

    Gerbang terbelah di atas batu hitam: foto sampul terlihat dari celah dua candi bentar, nama dalam Cormorant miring di atas tirai gelap. Setiap foto diberi nada senja yang sama, kisah berjalan di sepanjang benang kuningan, acara dan rekening di atas prasasti batu.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Candi (tab baru)
  • nomor 97

    Paduraksa

    Gapura paduraksa bata merah menjadi bingkai setiap foto: pasangan tampak melalui lorong gerbang beratap bertingkat, lalu pelataran demi pelataran di balik ambang gerbang bersusun yang makin dalam. Nama dalam serif lembut di atas batu krem, kisah sebagai lorong gerbang berselang-seling, hitung mundur pada ambang bata, galeri sebagai dinding gerbang.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Paduraksa (tab baru)
  • nomor 100

    Prada

    Pernikahan Jawa bernuansa sogan hitam dan prada emas: stensil motif batik berlapis emas menyelimuti setiap foto lalu terangkat saat halaman digulir. Foto sampul tergantung di tepi dengan nama menembus sudutnya, acara sebagai kartu bersepuh, kisah sebagai lembar bernomor di seutas benang emas, galeri sebagai mozaik gelap.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Prada (tab baru)
  • nomor 104

    Sogan

    Album studio foto Jawa tempo dulu: setiap foto bernada sogan seperti cetakan perak lama, ditempel pada karton gading berbingkai timbul di atas halaman cokelat tua. Sampul satu kartu kabinet besar dengan nama tercetak di bawah foto, mempelai sepasang carte de visite oval, kisah sebagai lembar album dengan keterangan tulisan tangan, acara sebagai pengumuman studio, galeri sebagai dinding bingkai aneka bentuk.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Sogan (tab baru)
  • nomor 114

    Pintu Bulan

    Gerbang bulan dari taman Tionghoa: dinding gading, 囍 potong kertas di atas satu lingkaran sempurna tempat mempelai terlihat, dan pita merah xiuhe yang melintang di belakangnya. Teks undangan tegak gaya 喜帖 berhuruf tradisional, rangkaian acara dari sangjit sampai resepsi dengan label Tionghoa dan resepsi bernuansa merah pernis, sepasang burung murai di dahan plum, dan tanda kasih berbentuk angpao.

  • nomor 115

    Giok

    Galeri yang tenang untuk pernikahan Tionghoa: latar gading, hijau giok yang lembut, dan foto Anda dalam cincin giok di sampul. Galeri tampil paling awal, nama Anda menjadi keterangan foto seperti di museum, dan seberkas cahaya melintas di dalam batu giok saat foto muncul.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Giok (tab baru)
  • nomor 116

    Biru Porselen

    Piring porselen biru putih dilihat dari atas: nama Anda dilukis kobalt di tengahnya, sulur peoni melingkar di bibir piring, dan satu cap merah sebagai tanda tangan. Kisah, rangkaian acara, dan galeri tersusun seperti plakat dan ubin porselen, dengan sapuan kuas kobalt yang tergores pelan saat undangan dibuka.

  • nomor 117

    Barelang

    Pernikahan Tionghoa di tepi selat: stempel merah 囍 terbit di atas gambar garis emas jembatan Barelang, nama Anda di garis cakrawala, dan 喜帖 berhuruf tradisional yang dibaca dari atas ke bawah. Kisah cinta Anda menjadi pulau demi pulau yang tersambung jembatan dan sepasang burung murai, tanda kasih dalam amplop angpao merah.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Barelang (tab baru)
  • nomor 118

    Teh Pai

    Upacara teh pernikahan Tionghoa: sampulnya foto Anda yang larut ke sutra merah tua berbingkai garis emas ganda, huruf kebahagiaan ganda emas, dan gambar garis gaiwan serta dua cangkir. Kartu undangan beraksara Mandarin tegak, baki teh bergambar dengan nama Anda, setiap bagian berjudul dua bahasa, dan setiap acara terisi secangkir teh saat tamu menggulir.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Teh Pai (tab baru)
  • nomor 119

    Cap Merah

    Kertas gading bertekstur dengan bingkai emas tipis: spanduk merah di atas, sepasang syair merah berkaligrafi emas yang terbentang dari atas, foto Anda dalam lengkung bergaris emas ganda, huruf kebahagiaan ganda yang ditulis dengan kuas, dan stempel merah yang ditekan terakhir. Kartu undangan beraksara Mandarin tradisional dibaca dari kanan ke kiri, dengan tanda kasih dalam amplop angpao merah.

    Mulai dari

    Rp 99.000

    Pratinjau Cap Merah (tab baru)
  • nomor 120

    Kertas Gunting

    Seni gunting kertas Tionghoa di atas kertas krem: cincin renda merah yang terbuka dari dua sisi cermin di sekeliling foto Anda, sepasang burung phoenix, dan label merah bergambar 囍. Teks undangan tegak 喜帖, kedua mempelai di dua jendela lengkung, acara dari sangjit sampai resepsi dengan label Tionghoa, galeri berbingkai renda, dan angpao merah.

  • nomor 121

    Tinta Pulau

    Gulungan lukisan tinta yang terbentang di atas brokat sutra gelap: foto Anda larut ke kertas beras seperti tinta, pulau-pulau Riau muncul sebagai sapuan tinta dengan matahari merah dan kabut yang berarak, dan prasasti 琴瑟和鳴 berstempel 囍. Kisah dibuka lebih dulu sebagai adegan tinta, mempelai di dua kipas bundar dengan sepasang itik mandarin, acara sebagai prasasti berlabel Tionghoa, galeri sebagai lembar album, dan angpao merah.

  • nomor 122

    Deco Shanghai

    Poster art deco Shanghai tahun 1930-an: latar pernis hitam, sinar emas yang memancar dari balik bingkai bertingkat bergaris emas ganda, foto Anda dalam nada hangat hitam putih, medali 囍 bersegi delapan, dan sajak 百年好合 serta 珠聯璧合 di kedua tepi. Teks undangan tegak 喜帖 berhuruf tradisional, rangkaian acara sebagai susunan acara malam dengan label Tionghoa, kisah sebagai pelat deco, galeri dalam bingkai bertingkat, dan angpao hitam emas.

  • nomor 123

    Ubin Peranakan

    Muka rumah toko Peranakan berwarna mint dengan pilar merah muda: tirai sutra merah dan bola sutra, papan nama merah berhuruf kebahagiaan ganda emas, sepasang syair pintu, dan dua daun pintu pagar yang terbuka memperlihatkan foto Anda di atas deretan ubin bermotif bunga. Di dalamnya kartu undangan beraksara Mandarin tradisional, sulaman burung phoenix dan bunga peony, acara dalam kartu ubin, dan angpao bermanik.

  • nomor 111

    Ukiran Minang

    Baralek Minangkabau dalam ukiran rumah gadang yang dicat merah, kuning, dan hijau di atas kayu gelap: papan ukir di kedua sisi sampul, setiap foto dalam bingkai emas bersudut ukir, dan songket Pandai Sikek sebagai pembatas.

  • nomor 113

    Gorga Toba

    Pernikahan Batak Toba dalam tiga warna gorga, hitam, merah, dan putih. Sampul seperti papan berukir dengan ulos di kakinya, foto Anda dalam bingkai bersudut desa na ualu, empat gong hitungan mundur, dan pita ukiran simeol-meol di antara setiap bagian.

  • nomor 112

    Sogan Panggih

    Selembar kain batik tulis sogan: kisi sido mukti di latar krem, pinggiran sido asih di setiap pergantian bagian, dan setiap foto dibingkai kayu jati dengan sudut ukir Jepara berlapis prada. Acara adat dari siraman sampai panggih tersusun rapi dalam satu kartu.

  • nomor 110

    Tekat Melayu

    Selembar songket Melayu Riau berwarna merah marun dan benang emas: setiap bagian dibuka pita pucuk rebung dan jumbai lebah bergantung, foto dibingkai emas bersudut sulaman tekat, dengan mahkota selembayung dan ukiran awan larat sebagai penanda.